KEPEMIMPINAN OTORITER SEBAGAI FUNGSI, BUKAN IDENTITAS

ANALISIS FUNGSIONAL TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN YESUS DALAM BINGKAI FILOSOFIS PLATO

Penulis

  • Agus Rosalena Yutang Yayasan Sekolah Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61660/track.v5i1.263

Kata Kunci:

Kepemimpinan Otoriter, Plato, Alegori Gua, Yesus, pengambilan keputusan unilateral, legitimasi, fungsi kepemimpinan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi pemaknaan negatif atas istilah "otoriter" dalam diskursus kepemimpinan kontemporer dengan membedakan secara tegas antara otoritarianisme sebagai identitas yang melekat pada diri pemimpin dan otoritarianisme sebagai fungsi yang dapat dijalankan secara legitimate dalam kondisi tertentu. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-filosofis, penelitian ini menganalisis dua sumber utama: pemikiran Plato tentang Filsuf-Raja dalam Alegori Gua (Republic Buku V-VII) dan momen-momen pengambilan keputusan unilateral Yesus dalam Injil kanonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plato menawarkan model kepemimpinan otoriter fungsional di mana Filsuf-Raja berkewajiban memimpin secara tegas demi membebaskan masyarakat dari ketidaktahuan, berdasarkan pengetahuan tentang kebenaran tertinggi dan dengan tujuan kebaikan bersama. Dalam Injil, teridentifikasi empat momen di mana Yesus mengambil keputusan secara unilateral: pengampunan terhadap perempuan berzinah, penyembuhan pada hari Sabat, pemanggilan murid-murid pertama, dan pembersihan Bait Allah. Tindakan-tindakan ini selalu didasarkan pada klaim otoritas yang unik, ditujukan untuk pembebasan pihak lain, dan dilakukan dengan kesediaan membayar harga mahal. Berdasarkan sintesis antara pemikiran Plato dan praktik Yesus, dirumuskan empat syarat legitimasi kepemimpinan otoriter: syarat epistemik (kepemilikan kebenaran obyektif), syarat teleologis (tujuan pembebasan), syarat situasional (konteks membutuhkan ketegasan), dan syarat moral (integritas dan kerendahan hati). Keempat syarat ini bersifat kumulatif dan harus dipenuhi secara simultan; jika tidak, otoritarianisme jatuh menjadi tirani. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan yang lebih bernuansa dengan membedakan fungsi dari identitas, serta menyediakan kerangka kritis untuk mengevaluasi klaim-klaim kepemimpinan otoriter.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Agus Rosalena Yutang, Yayasan Sekolah Kristen Indonesia

Serjana Agama - Teologi dan Staff Administrasi di YSKI

Referensi

Annas, J. (1981) An Introduction to Plato’s Republic. Oxford: Oxford University Press.

Bauckham, R. (2008) Jesus and the God of Israel: God Crucified and Other Studies on the New Testament’s Christology of Divine Identity. Grand Rapids: Eerdmans.

Cheng, B.-S. et al. (2004) ‘Paternalistic leadership and subordinate responses: Establishing a leadership model in Chinese organizations’, Asian Journal of Social Psychology, 7(1), pp. 89–117.

Dunn, J.D.G. (2003) Jesus Remembered: Christianity in the Making, Volume 1. Grand Rapids: Eerdmans.

Gaybba, B. (1998) ‘Christ the Saviour’, in God is a Community: A General Survey of Christian Theology. Pretoria: University of South Africa Press, pp. 165–180.

Greenleaf, R.K. (1977) Servant Leadership: A Journey into the Nature of Legitimate Power and Greatness. Mahwah: Paulist Press.

Haugaard, M. (2025) ‘Coercion and legitimacy as sources of power and crisis in autocratic, authoritarian and liberal-democratic leadership: a four-dimensional power analysis’, Journal of Political Power, 18(1), pp. 125–146.

Loader, W. (2012) Jesus’ Attitude towards the Law: A Study of the Gospels. Grand Rapids: Eerdmans.

Lukes, S. (2005) Power: A Radical View. 2nd edn. Houndmills: Palgrave Macmillan.

Pappas, N. (1995) Routledge Philosophy GuideBook to Plato and the Republic. London: Routledge.

Plato (2007) The Republic. Translated by D. Lee. London: Penguin Classics.

Reeve, C.D.C. (1988) Philosopher-Kings: The Argument of Plato’s Republic. Princeton: Princeton University Press.

Santoso, B. (2018) Filsafat Politik Plato: Keadilan dan Kepemimpinan dalam Republic. Depok: Penerbit Universitas Indonesia.

Sendjaya, S. and Sarros, J.C. (2002) ‘Servant Leadership: Its Origin, Development, and Application in Organizations’, Journal of Leadership & Organizational Studies, 9(2), pp. 57–64.

Weber, M. (2019) Economy and Society: A New Translation. Translated by K. Tribe. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Wright, N.T. (1996) Jesus and the Victory of God. Minneapolis: Fortress Press.

Zhang, Y. and Xie, Y. (2017) ‘Authoritarian leadership and employee outcomes: A meta-analysis’, Journal of Business Ethics, 141(3), pp. 603–622.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-17

Cara Mengutip

Yutang, A. R. (2026). KEPEMIMPINAN OTORITER SEBAGAI FUNGSI, BUKAN IDENTITAS: ANALISIS FUNGSIONAL TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN YESUS DALAM BINGKAI FILOSOFIS PLATO. TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL, 5(1), 80–110. https://doi.org/10.61660/track.v5i1.263

Terbitan

Bagian

TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP