KEPEMIMPINAN ELI SEBAGAI PRAKTIK KEKUASAAN RELASIONAL
SEBUAH KRITIK FOUCAULTIAN TERHADAP NEPOTISME
DOI:
https://doi.org/10.61660/track.v5i1.265Kata Kunci:
Kepemimpinan Eli, Kekuasaan Relasional, Nepotisme Sosial, Foucault, AkuntabilitasAbstrak
Kepemimpinan relasional yang menekankan kedekatan dan kepercayaan seringkali menjadi jalan masuk bagi praktik nepotisme, khususnya dalam organisasi berbasis komunitas seperti gereja. Artikel ini bertujuan menganalisis kepemimpinan Imam Eli (1 Samuel 2–4) melalui lensa teori kekuasaan relasional Michel Foucault untuk mengungkap mekanisme nepotisme sosial yang terselubung dalam struktur otoritas keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif hermeneutika dan analisis wacana kritis dengan data primer teks Alkitab dan data sekunder literatur tentang nepotisme dan teori kekuasaan. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan kepemimpinan Eli bukan semata kegagalan moral individu, melainkan produk dari jaringan kekuasaan relasional yang memposisikan anak-anaknya sebagai inner circle yang menormalisasi penyimpangan dan menghambat akuntabilitas. Analisis Foucaultian mengungkap bagaimana pastoral power (kuasa gembala) dapat terdistorsi menjadi alat dominasi melalui kedekatan relasional. Artikel ini berkontribusi pada diskusi kepemimpinan Kristen dengan memperkenalkan perspektif kritis-sosiologis untuk mendiagnosis patologi nepotisme relasional, serta menawarkan kerangka pencegahan berbasis sistem akuntabilitas dan transparansi. Hasil penelitian relevan bagi organisasi religius dan sekuler dalam mengelola risiko penyalahgunaan kuasa melalui lingkaran dalam.
Unduhan
Referensi
Barasa, M. dan Riyanto, F.X.A. (2023) “Analisis Teori Kekuasaan Michel Foucault atas Propaganda Media dalam Membangun Diskursus Politik,” Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 6(1), hlm. 188–195. Tersedia pada: https://doi.org/10.34007/jehss.v6i1.1785.
Barton, J. dan Muddiman, J. (2001) The Oxford Bible commentary. Oxford: Oxford University Press (Oxford reference).
Fau, A.G. dan Ngesthi, Y.S.E. (2025) “Fallen Leaders dan Mereduksi Celebrity Pastor Culture dalam Perspektif Etis Teologi,” Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen), 7(2), hlm. 316–325. Tersedia pada: https://doi.org/10.59177/veritas.v7i2.403.
Foucault, M. (1980) Power/knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972-1977. Pantheon Books.
Manguma, V., Randa, F. dan Palalangan, C.A. (2019) “Mengungkap Praktik Akuntabilitas Dalam Organisasi Gereja Toraja Jemaat Tallunglipu,” Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 4(2), hlm. 165–173. Tersedia pada: https://doi.org/10.38043/jiab.v4i2.2328.
Masykuroh, S. (2025) “Analisis Jejaring Sosial: Nepotisme dan Krisis Legitimasi pada Masa Khalifah Utsman bin Affan (644-656M),” El Tarikh: Journal of History, Culture and Islamic Civilization, 6(2), hlm. 113–127. Tersedia pada: https://doi.org/10.24042/00202562815700.
Mozin, S.Y. dkk. (2025) “Korupsi Nepotisme dan Inefisiensi: Potret Patologi Birokrasi dalam Perspektif Studi Kasus,” Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 2(3), hlm. 52–59. Tersedia pada: https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i3.955.
Puansah, I. (2025) “Praktik Nepotisme pada Pemerintahan Desa,” Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(1), hlm. 568–581. Tersedia pada: https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i1.4559.
Saebani, B.A. dan Mubarok, A.F. (2024) “Nepotisme Politik Kekuasaan dan Upaya Pemecahannya,” Journal Sovereignty Law And Diplomatic Politics, 1(1), hlm. 10–18. Tersedia pada: https://doi.org/10.59066/jlsdp.v1i1.851.
ŞEKER, C., KARADAYI, D. dan KAYA, A. (2024) “The Relationship Between Nepotism Leadership and Organizational Learning in Organizations: Kurumlarda Nepoti̇zm Li̇derli̇ği̇ Ve Örgütsel Öğrenme Arasindaki̇ İli̇şki̇,” Socrates Journal of Interdisciplinary Social Researches, 10(46), hlm. 205–215. Tersedia pada: https://doi.org/10.5281/zenodo.14024884.
Sekretariat Jmbk (2023) “Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 1,” Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, 7(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.24912/jmbk.v7i1.22589.
Simatupang, A.F. dan Tampake, T. (2025) “Pendeta, Kekuasaan, dan Hukum Siasat Gereja: Pendekatan Foucaultian terhadap Analisis Kekuasaan dalam Konteks Keagamaan,” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 8(1), hlm. 01–17. Tersedia pada: https://doi.org/10.34081/fidei.v8i1.572.
Sitiana, S., Sakoikoi, R. dan Topayung, S.L. (2025) “Membangun Kepemimpinan Kristen yang Efektif dalam Gereja,” Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat, 2(2), hlm. 81–94. Tersedia pada: https://doi.org/10.61132/damai.v2i2.1077.
Waring, J. dan Latif, A. (2018) “Of Shepherds, Sheep and Sheepdogs? Governing the Adherent Self through Complementary and Competing ‘Pastorates’.,” Sociology, 52(5), hlm. 1069–1086. Tersedia pada: https://doi.org/10.1177/0038038517690680.
Wibowo, E.A. dan Kristanto, H. (2017) “Korupsi dalam Pelayanan Gereja: Analisis Potensi Penyimpangan dan Pengendalian Internal,” Integritas: Jurnal Antikorupsi, 3(2), hlm. 105–136. Tersedia pada: https://doi.org/10.32697/integritas.v3i2.104.
Yonatan Alex Arifianto, Mulyono, H. dan Nainggolan, R. (2024) “Etika Kepemimpinan Kristen dalam Tantangan Kontemporer: Upaya Membangun Dedikasi dan Integritas Kepemimpinan Gereja,” Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen), 6(2), hlm. 238–248. Tersedia pada: https://doi.org/10.59177/veritas.v6i2.283.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Willy Etantri, Patrick Martinus, Erna Setianingrum

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









