BADAN USAHA MILIK GEREJA
STRATEGI PARTISIPATIF MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI JEMAAT DI PEDESAAN
DOI:
https://doi.org/10.61660/track.v4i2.243Kata Kunci:
Gereja lokal, BUMG, wirausahawan jemaat, partisipasi, pemberdayaan ekonomiAbstrak
Penelitian ini mengangkat permasalahan keterbatasan finansial dan kelembagaan yang dihadapi gereja lokal pedesaan dalam membentuk Badan Usaha Milik Gereja (BUMG), dengan fokus pada Jemaat Oikumene Indangsari di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Meskipun belum memiliki badan usaha resmi, jemaat ini memiliki komunitas wirausahawan aktif yang menunjukkan potensi besar untuk mendukung usaha gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain deskriptif eksploratif, melalui wawancara, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan kuesioner skala Gutmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirausahawan jemaat memiliki komitmen spiritual dan sosial yang tinggi, pengalaman usaha yang cukup matang, serta keterlibatan aktif dalam struktur organisasi gereja. Namun, keterbatasan dalam kapasitas manajerial dan formalisasi usaha masih menjadi tantangan. Temuan ini menyimpulkan bahwa partisipasi aktif jemaat dapat menjadi kekuatan strategis dalam pembentukan BUMG, terutama bila didukung oleh pelatihan, pendampingan, dan sistem kelembagaan yang profesional. BUMG berpotensi menjadi wadah kolektif yang mengintegrasikan nilai iman dan ekonomi demi mendukung pelayanan dan kemandirian gereja lokal secara berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Adi, S. (2020). ‘Kewirausahaan dan panggilan Kristen: Sebuah pendekatan interpretatif-dialogis, sosio-historis dan teologis’, Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), pp. 18–34. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.123
Battilana, J., Lee, M., Walker, J. and Dorsey, C. (2012). ‘In search of the hybrid ideal’, Stanford Social Innovation Review, 10(3 Summer).
Darnita, C.D. (2023). ‘Local churches owned business as strategic toward sustainability and financial autonomy’, Apostolos Journal of Theology and Christian Education, 3(2), pp. 101–108. https://doi.org/10.52960/a.v3i2.211
Eade, D. (1997). Capacity-building: An approach to people-centred development. Oxford: Oxfam.
Granovetter, M. (2021). ‘Economic action and social structure: The problem of embeddedness’, in The New Economic Sociology: A Reader. https://doi.org/10.4324/9780429494338-3
International Labour Organization (ILO). (2017). Transition from the informal to the formal economy recommendation, 2015 (No.204): Worker’s guide. Geneva: ILO.
Julianto, S. (2016). ‘Kewirausahaan jemaat: Sebuah alternatif berteologi’, Waskita: Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 3(1), pp. 151–183.
Kgatle, M.S. and Manyaka-Boshielo, S.J. (2023). ‘Social entrepreneurship in the selected neo-Pentecostal churches: A holistic salvation’, Verbum et Ecclesia, 44(1). https://doi.org/10.4102/ve.v44i1.2726
Langido, S., Mosooli, E.A. and Ruindungan, L.M. (2022). ‘Dampak persembahan sukarela bagi jemaat miskin di GPIBK Jemaat Kalvari Sabang’, Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 4(1), pp. 82–103. https://doi.org/10.35909/VISIODEI.V4I1.283
Lintong, M., Mosooli, E.A., Ruindungan, L.M. and Lefran, L. (2021). ‘Pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa program studi teologi STT Star’s Lub untuk kemandirian finansial gereja’, Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 3(2), pp. 217–237. https://doi.org/10.35909/VISIODEI.V3I2.240
Mansuri, G. and Rao, V. (2004). ‘Community-based and -driven development: A critical review’, World Bank Research Observer. https://doi.org/10.1093/wbro/lkh012
Nababan, T.S. (2017). ‘Increasing economic welfare of church congregation: A concept of empowerment’, Social Science Research Network, 9(1), pp. 114–123. https://doi.org/10.17977/um002v9i12017p113
Ngedi, M.D. (2019). ‘Praktik kewirausahaan gereja: Upaya Gereja Pentakosta dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Wamena’, Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, pp. 19–37. https://doi.org/10.35909/visiodei.v1i1.8
Nursiani, N.P., Fanggidae, R.E., Fanggidae, R.P.C. and Messakh, S. (2019). ‘Spirituality and entrepreneurs: Analysis of entrepreneurial motivation’, Journal of Management and Marketing Review, 4(1), pp. 57–62. https://doi.org/10.35609/JMMR.2019.4.1(8)
Pasaribu, A.G. (2023). ‘Transformasi gereja bagi keadilan ekonomi’, Sundermann: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan, 16(1). https://doi.org/10.36588/sundermann.v16i1.117
Peredo, A.M. and Chrisman, J.J. (2006). ‘Toward a theory of community-based’, The Academy of Management Review, 31(2), pp. 309–328.
The Theology of Work Project. (2016). Theology of Work Bible Commentary: From Genesis to Revelation on What the Bible Says About Work. Peabody: Hendrickson Publishers.
Putnam, R.D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York: Simon & Schuster.
Raco, J.R., Ohoitimur, J., Raton, Y. and Rachmadi, R.A. (2019). ‘Spirituality as a driving force to entrepreneurship’, Emerging Markets Journal, 18(2), pp. 223–244. https://doi.org/10.31385/JL.V18I2.167.223-244
Scott, W.R. (2008). Institutions and organizations: Ideas and interests. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Shaffer, R. (1990). ‘Building economically viable communities: A role for community developers’, Community Development Society Journal, 21(2). https://doi.org/10.1080/15575339009489962
Sinode GPIB. (2019). ‘Miranda S. Goeltom pimpin BUMG GPIB’, GPIB. Available at: https://gpib.or.id/miranda-s-goeltom-pimpin-bumg-gpib/
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-10-21 (2)
- 2025-10-15 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ermin Alperiana Mosooli

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









