MATERIALISME DIALEKTIS DALAM RUANG MAYA DITINJAU DARI PERSPEKTIF KARL MARX SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN TEOLOGI KEKINIAN
DOI:
https://doi.org/10.61660/track.v4i2.214Kata Kunci:
Materialisme Dialektis, Karl Marx, Ruang Maya, Teologi KekinianAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mengedukasi warga gereja/masyarakat yang telah terhipnotis bahkan tereksploitasi akibat teknologi. Mereka lupa bahwa, untuk bisa mengakses internet, harus mengeluarkan materi (uang), karena itu, bisa membuat kita merosot (secara finansial) akibat candu internet. Sementara para pemilik platform misalnya, semakin kaya (kapitalis). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, pendekatan literatur review dengan menelisik buku/jurnal yang koheren dengan topik, terutama menelisik perspektif Karl Marx terkait materialisme dialektis, untuk menemukan koherensinya dalam ruang maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dunia digital (runag maya) lahir karena adanya materi, dari materi ini melahirkan teknologi baru yang pada akhirnya menghasilkan materi lebih banyak. Karena itu, terjadi materialisme dialektis dalam ruang maya, misalnya user membuat konten dengan modal (materi) yang mengharapkan materi lebih banyak, tanpa sadar bahwa yang diuntungkan hanya pemilik platform (kapitalis). Dalam membangun teologi kekinian sebagai respon terhadap perkembangan materialisme dialektis dalam ruang maya, penulis menawarkan tigal hal: pertama, pendekatan teologi kontekstual. Dengan konteksttualisasi ajaran teologi, dapat menjawab persoalan kapitalisme digital. Kedua, pendekatan teologi pembebasan, yang memberikan perspektif agar mereka yang tereksploitasi oleh dunia kapitalisme digital dapat bebas. Ketiga, pengembangan teologi postkolonial digital. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendobrak kapitalisme global dalam ruang digital, agar masyarakat (gereja) lepas dari bayang-bayang imperialisme digital.
Unduhan
Referensi
Adhitya, Galant Nanta, Novi Wulandari, and Anis Paramita. “Bayang-Bayang Kolonialisme Yang Terefleksi Dalam Blog Mode Indonesia.” Seminar Nasional UNRIYO, 2020.
Fakih, Muhammad Ali. Biografi Lengkap Karl Marx. Yogyakarta.: Labirin, 2017.
Ghifari, Iman Fauzi. “Radikalisme Di Internet.” Religious: Jurnal Agama Dan Lintas Budaya 1 no 2 (2017): 123–34.
Hariyanto. “Alienasi Digital Di Indonesia: Analisis Pemikiran Karl Marx Dan Dampak Sosial Media Terhadap Alienasi Manusia.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. 7 (2024).
Ismail, Dian Ekawati. “Cyber Crime Di Indonesia.” Junral Inovasi 6 no 3 (2009): 242.
Kambali, Muhammad. “Pemikiran Karl Marx Tentang Struktur Masyarakat (Dialektika Infrastruktur Dan Suprastruktur).” AL-IQTISHOD: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ekonomi Islam 8 no 2 (2020): 63–80.
Kariarta, I Wayan. “Paradigma Materialisme Dialektis Di Era Milenial.” Sanjiwani: Jurnal Filsafat 11 no 1 (2020): 71–81.
Listiyono Santoso, Dkk. Epistemologi Kiri. Yogyakarta.: Ar-Ruzz Media, 2017.
Malaka, Tan. Madilog: Materialisme, Dialektika, Dan Logika. Yogyakarta.: Narasi, 2014.
Mansur, Nuraeni, Muhammad Syukur, and Ashari Ismail. “Materialisme Historis Karl Marx: Pengaruh Materialisme Historis Karl Marx Dalam Dinamika Perkembangan Masyarakat.” Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran 6 no 3 (2024): 470–84.
Marandika, Derajat Fitra. “Keterasingan Manusia Menurut Karl Marx.” TSAQAFAH: Jurnal Peradaban Islam 14 no 2 (2018): 299–322.
Margareta, and Romi Lie. “Pelayanan Misi Kontekstual Di Era Masyarakat Digital.” Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (2023).
Marson, and Henri Sirangki. “Kajian Filosofis-Teologis Tentang Kekerasan Dalam Ruang Publik Terdistorsi Lewat Era Post Truth.” Views: Jurnal Teologi Dan Biblika 1 no 2 (2023): 120–36.
Mufid, Firda Laily, and Tioma Roniuli Hariandja. “Efektivitas Pasal 28 Ayat (1) UU ITE Tentang Penyebaran Berita Bohong (HOAX).” Jurnal Rechtens 8 no 2 (2019): 180.
Ngabalin, Marthinus. “Teologi Pembebasan Menurut Gustavo Gutierrez Dan Implikasinya Bagi Persoalan Kemiskinan.” KENOSIS 3, no. 2 (2017).
Rico, and Udi Rosadi. “Regulasi Dan Keadilan Sosial: Strategi Perlindungan Pengguna Media Sosial Dalam Konteks Kapitalisme Digita.” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research 3, no. 5 (2023).
Sugiharto, Ayub, and Yulianus Pekei. “Peran Roh Kudus Dalam Penginjilan Kontekstual.” Jurnal Teologi Kontekstual Dan Pelayanan Kristiani 3, no. 2 (2023).
Sumenge, Melisa Monica. “Penipuan Menggunakan Media Internet Berupa Jual-Beli Online.” Lex Crimen: Jurnal Elektronik Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum Unstrat 2 no 4 (2013): 102.
Sumiati, and Carolina Etnasari Anjaya. “Fenomena Doktrin Virtual Masa Kini Berdasarkan Kajian Teologis Kritis Matius 23:13-33.” Jurnal: Manna Rafflesia 8 no 2 (2022): 522–44.
Suseno, Franz Magnis. Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis Ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016.
Terradez, Ashley. Kemakmuran Yang Dimudahkan: 3 Kunci Menuju Kemerdekaan Finansial. Tulsa, Oklahoma: Harrison House Publishers, 2016.
Wijaya, Hengki. “Analisis Biblika Terhadap Konsep Teologi Pembebasan.” Repository STT Jaffray, 2011, 1–18.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-10-15 (2)
- 2025-10-15 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Henri Sirangki, Yefta Noval

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









